Lorenzo PIndah Ke Naungan Repsol Honda?


INIKEEPO- Berita mengejutkan kembali menghiasi ranah MotoGP. Salah satu pembalap Ducati, Jorge Lorenzo merencanakan untuk pergi dari timnya di ahkir musim ini. Keputusannya untuk bergabung dengan Repsol Honda selama dua musim, yaitu pada tahun 2019 dan 2020.

Kabar ini menyusul setelah Dani Pedrosa mengumumkan untuk hengkang dari tim yang selama ini membesarkan namanya. Dan sebagai penggantinya Repsol Honda telah menyiapkan Lorenzo. Domino757.

Padahal Lorenzo sendiri baru saja meraih kemenangan perdana di MotoGP 2018 Italia yang digelar di Sirkuit Mugello. Di sisi lain selama ini Honda juga tidak pernah muncul sebagai tim baru dari pembalap bernomor 99 itu.

Jika melihat ke belakang, ada dua tim yang digadang-gadang akan menggaet rekan satu tim Andrea Dovizioso itu. Yakni Suzuki dan Yamaha.

Sementara itu Ducati tetap berkomitmen untuk membantu Lorenzo di akhir kariernya bersama Ducati. Claudio Domenicali, CEO Ducati mengucapkan terima kasih kepada pembalap asal Spanyol itu atas usahanya selama menjadi pembalap Ducati.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Jorge Lorenzo untuk usahanya selama jadi pembalap Ducati. Dan terutama terima kasih atas kemenangannya pada hari Minggu di Mugello,” ungkapnya. Agen judi online.

“Ini akan jadi salah satu tonggak legendaris dalam sejarah tim yang tak dilupakan. Jorge adalah seorang juara hebat yang mampu melakukan hal-hal hebat. Meski butuh beberapa saat untuk mendapatkan perasaan tepat dengan motor, kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan kemenangan selanjutnya hingga akhir tahun ini,” jelas Domenicali.

Yang menarik perhatian di balik bergabungnya Lorenzo ke Repsol Honda adalah soal gaji. Dikabarkan Lorenzo hanya mendapat 5 juta dolar AS per tahun. Sebagai pembanding, di Ducati Lorenzo mendapat 15 juta dolar AS per tahun. Itu artinya gaji Lorenzo turun 10 juta dolar AS atau lebih dari Rp 138 miliar per tahun. Agen judi sakong.

Rekam jejak Lorenzo saat bersama Yamaha boleh dibilang baik. Hanya saja tidak demikian saat terjun ke Ducati. Ia tidak berhasil memberikan penampilan yang baik di musim debutnya. Di awal musim 2018 ini juga tidak begitu impresif.

Meski begitu Casey Stoner, mantan pembalap Ducati berpendapat nasib Lorenzo selama berkiprah bersama Ducati tidak seburuk yang dialami oleh Valentino Rossi. Menurutnya performa Lorenzo dan Rossi di Ducati tidak bisa dibandingkan dengan adil lantaran situasi yang berbeda dalam dua periode tersebut.

Stoner mengatakan Lorenzo beberapa kali berhasil berada di barisan depan. Hal ini menandakan bahwa ia mempunyai kepercayaan diri yang tepat untuk Ducati Desmosedici GP18.

“Meski dia kembali kesulitan beradaptasi dengan motor musim ini, saat ini kita semua bisa melihat Lorenzo makin nyaman di motor GP18. Motor itu tidak seagresif dibandingkan milik saya, namun memang lebih berat dibandingkan motor Yamaha. Bila seorang pebalap ingin menang dengan Ducati, maka ia harus berlatih keras,” terang Stoner, mengutip dari CNN Indonesia.

Digantikan oleh Danilo Petrucci



Menariknya Ducati telah memiliki calon pengganti Lorenzo untuk musim depan. Yakni pembalap Pramac Racing, Danilo Petrucci. Sebenarnya nama Petrucci sudah diprediksi sejak lama untuk berduet dengan Dovizioso.

“Saya juga ingin menyambut Danilo. Kami berharap bisa melihatnya bertarung tahun depan dengan warna Ducati bersama Andrea Dovizioso. Kami yakin ia akan terus meningkat pesat,” ujar Domenicali.

Wajar saja, penampilan Petrucci di beberapa seri MotoGP terbilang mengagumkan. Padahal ia hanya memperkuat tim satelit Pramac Racing. Oleh karenanya Ducati menaruh perhatian kepada pembalap asal Italia itu.

Di sisi lain Petrucci berharap bisa menjad penerus Casey Stoner di Ducati. Itu artinya tujuan utamanya adalah menjadi juara dunia MotoGP. Agen judi online terpercaya.

“Saya berjanji akan memberikan semua yang saya miliki dan jadi salah satu pembalap yang akan selalu diingat fans Ducati. Saya berpikir soal pembalap seperti Stoner, (Loris) Capirossi, (Tony) Bayliss, saya akan bekerja untuk jadi salah satu dari mereka,” jelasnya, dikutip dari GPOne.

Untuk diketahui, Stoner merupakan pembalap yang selama ini jadi tolak ukur Ducati. Pasalnya pembalap asal Australia itu menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang pernah meraih gelar juara dunia. Prestasi ini ia raih di musim 2007.

Sejauh ini belum ada yang menyamai rekor tersebut. Andrea Dovizioso pun yang tampil dominan di MotoGP 2017 hanya berhasil menjadi runner-up.

Semoga saja performa Lorenzo ketika memperkuat Repsol Honda bisa maksimal. Dengan begitu reputasi Lorenzo bisa kembali cerah seperti ketika membeli tim Movistar Yamaha. Agen judi capsa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lorenzo PIndah Ke Naungan Repsol Honda?"

Post a Comment