Sulitnya Naik Kijang Buaya di Daerah Timur Indonesia


INIKEEPO- Berkendara di perkotaan dan kota-kota besar tidak memerlukan usaha lebih. Apalagi kalau mobil yang digunakan adalah kendaraan baru. Tapi bila masuk ke wilayah Timur Indonesia, keadaan tersebut langsung berubah sampai 180 derajat. Itulah yang dirasa oleh komunitas Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), Veloz Community (Velozity), dan Toyota Sienta Community Indonesia (Tosca) saat melakukan perjalanan ke Timor Leste. Domino757

Belokan tajam dan curam sampai jalanan rusak menjadi penghias mereka ketika melaju di wilayah Timur Indonesia seperti Lombok, Labuan Bajo, ataupun sekitarnya sampai Timor Leste. Deni Agus Himawan dari TKCI yang menggunakan Kijang generasi pertama, Buaya pun hanya geleng-geleng kepala ketika membagi ceritanya melaju di daerah sana.

"Bayangin saja, ini mobil standart. Tidak ada yang diubah. Belum powersteering pula. Sedangkan jalanannya sudah hancur, tikungan tajam, wah macam-macam deh," katanya saat berbincang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/5/2018). agen judi sakong

"Dijalanan juga sering ada kuda, sapi, babi, yang nongkrong di pinggir jalan," tambah Deni. 

Dikesempatan itu, dirinya pun bercerita hampir menabrak truk ketika ingin menghindari kuda yang berada di tengah jalan. Dengan rem mobil yang belum ABS dan masih tromol, jarak antara muka Kijang Buaya ke truk dikatakan hanya sekitar 1 mili saja.

"Pernah sewaktu ketika lagi saat jalan tiba-tiba truk minggir ke kiri gitu. Kan gak tau yah, yasudah saya ambil kanan eh ternyata dia (truk tersebut) ternyata ke kiri buat ngindar dari kuda. Langsung deh banting krii dan ini kan (Kijang Buaya) remnya ABS, ya. Asal Berhenti Syukur. Itu jarak muka mobil ke truk sisa satu mili kali. Syukur tidak terjadi apa-apa," cerita Deni.

Ketika malam tiba, pengendara motor di kawasan Timur Indonesia khususnya Lombok tidak kalah ngaur-nya. Bahkan bisa dikatakan lebih parah daripada pemotor di Jakarta ataupun Bandung. agen judi online

"Ngaurnya itu dia gak ada lampunya. Bayangin aja, kita lagi jalan santai di sebelah kiri itu motor tidak ada lampu dari arah kanan tiba-tiba kiri. Bahkan kadang-kadang jalannya rada tengah gitu. Bahaya banget. Soalnya rem Kijang Buaya ini juga kan spesial, ABS (Asal Berhenti Syukur)," ucap Deni.

Sebelum menutup perbincangan, dirinya berpesan bagi Otolovers yang ingin touring ke Indonesia Timur harus perhatikan kesehatan jasmani agar terus siaga saat mengaspal. "Istirahat yang cukup supaya saat berkendara di malam hari tidak kaget kalau ada motor yang gak ada lampunya seperti di Lombok," tutupnya. agen judi online terpercaya  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sulitnya Naik Kijang Buaya di Daerah Timur Indonesia"

Post a Comment