Go-Jek Dilarang, Apa Bedanya dengan Ojek Biasa?

INIKEEPO- Pelarangan Go-Jek yang bersifat tiba-tiba melalui surat pemberitahuan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan membuat banyak pihak bertanya-tanya. Kejanggalan yang dirasakan antara lain ketika membandingan Go-Jek, Grab-Bike, dan lain sejenisnya dengan ojek biasa. Domino757
Pasalnya, tidak ada penegasan larangan terhadap ojek biasa, sementara larangan justru berlaku khusus untuk ojek online.
"Apa bedanya dengan ojek biasa? Hanya masalah media yang digunakan saja. Kalau bisa aturan itu dipertimbangkan lagi," kata Rudiyanto, salah satu pengendara Go-Jek, yang ditemui di Cilandak agen judi sakong
Pelarangan Go-Jek dan jasa sejenisnya tentu tidak hanya janggal secara peraturan. Ada hal yang lebih urgen mengingat jasa ini merupakan tempat mencari rezeki bagi para pengendaranya.
"Agak tidak setuju dengan aturan itu karena banyak yang cari rezeki dari situ," ujarnya.
Pelarangan ojek online sendiri disampaikan pihak perhubungan darat Kementerian Perhubungan dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015. agen judi online
Pelarangan didasari pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.
Dalam pemaparannya, pihak perhubungan darat menekankan bahwa angkutan umum minimal harus beroda tiga, berbadan hukum, dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum.
Namun, dalam penelusuran terhadap dua aturan tersebut, keterangan mengenai angkutan umum harus beroda tiga tidak tertera. Hingga saat ini, pihak pengelola Go-Jek sendiri belum bisa dihubungi. agen judi online terpercaya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Go-Jek Dilarang, Apa Bedanya dengan Ojek Biasa?"

Post a Comment