Toyota produksi mobil bermesin dengan teknologi hybrid di pasar Eropa


INIKEEPO- Pada akhir 2018, Toyota tak akan lagi menawarkan mobil bermesin diesel di Eropa, dan keputusan itu telah ditetapkan, kata CEO Toyota Europe, Johan van Zyl. Ia menambahkan bahwa model bermesin diesel hanya menyumbang kurang dari 10 persen dari total penjualan Toyota di Benua Biru. Domino757

Namun tak semua model diesel Toyota di Eropa akan hilang dari pasaran, karena tiga model yakni pickup Hilux, SUV Land Cruiser, dan kendaraan komersial Proace, masih tetap dipasarkan. agen judi sakong

Dengan peluncuran SUV kompak C-HR dan model hatchback Auris terbaru di ajang Geneva Motor Show 2018, ini menandakan Toyota akan lebih banyak memproduksi mobil bermesin bensin yang dipadukan dengan teknologi hybrid, yang saat ini menyumbang lebih dari 40 persen penjualan Toyota di Eropa. Untuk C-HR dan Auris memang tak ada varian dieselnya. agen judi online

Untuk Auris anyar akan ditawarkan dalam dua versi hybrid dan juga bermesin bensin. Auris hybrid versi performa yang lebih tinggi akan mengusung mesin 2.0-liter yang bertenaga 180 hp. Sedangkan varian di bawahnya dibekali mesin hybrid 1.8-liter bertenaga 122 hp.

Toyota sendiri akan menambah jajaran model hybrid di Eropa guna memenuhi standar emisi karbon yang kian ketat. Pada 2021, standar emisi CO2 rata-rata untuk model kendaraan di Eropa adalah 95 gram per kilometer, dari saat ini 118,1g/km. Pabrikan mobil yang tak dapat memenuhi standar baru tersebut akan dikenakan denda.

Pada 2016, emisi rata-rata armada kendaraan Toyota adalah 105,4g/km, sedangkan untuk 2017 angka emisinya lebih rendah lagi, meski tak disebutkan angkanya. (DP) agen judi online terpercaya


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Toyota produksi mobil bermesin dengan teknologi hybrid di pasar Eropa"